Manokwari,PbP – Sebagai upaya mendorong pengelolaan program konservasi berbasis masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan di kawasan Bentang Laut Kepala Burung (BLKB), Blue Abadi Fund (BAF) bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Mitra Hibah Primary & Inovasi dalam Pengelolaan Program dan Keuangan Siklus Hibah 5, bertempat di Hotel Triton, Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Pelatihan ini digelar pada tanggal 3–6 Maret 2025 yang diikuti oleh tujuh lembaga penerima hibah yang berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Papua Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program penguatan kapasitas mitra yang telah mendapatkan dukungan pendanaan pada Siklus Hibah 5, dengan tujuan utama memastikan pengelolaan program berjalan sesuai ketentuan, serta meningkatkan kemampuan tata kelola program dan keuangan yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, Jefrry Jech Verson Auparay, SH., MM., dalam sambutan yang diwakili oleh Rahel Randa, M.Si selaku Kepala Seksi Konservasi DKP Provinsi Papua Barat saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, khususnya kepada Program Blue Abadi Fund dan Yayasan KEHATI, serta seluruh mitra penerima hibah yang terus berkomitmen dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya laut dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Provinsi Papua Barat.
“Bentang Laut Kepala Burung merupakan kawasan prioritas konservasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia. Oleh karena itu, upaya menjaga kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, serta masyarakat adat yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujar Rahel Randa mewakili Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.
Ia juga menambahkan bahwa pendanaan hibah melalui Blue Abadi Fund menjadi instrumen penting dalam memastikan adanya dukungan keuangan jangka panjang yang aman dan stabil bagi pengelolaan kawasan BLKB secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan peningkatan kapasitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh mitra penerima hibah untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan program maupun keuangan secara profesional, sehingga pelaksanaan kegiatan konservasi dapat memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Blue Abadi Fund merupakan dana perwalian konservasi pertama di Indonesia yang dikhususkan untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan kawasan Bentang Laut Kepala Burung. Dana hibah BAF disalurkan melalui dua fasilitas, yakni Hibah Primary dan Hibah Kecil Inovasi, yang menyasar lembaga lokal dalam rangka memperkuat peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.
Pada Siklus Hibah 5, Blue Abadi Fund memberikan dukungan kepada total 15 mitra dengan nilai pendanaan mencapai Rp 34,5 miliar yang berasal dari dana endowment BAF. Khusus untuk pelatihan yang dilaksanakan di Manokwari ini, peserta berasal dari mitra-mitra penerima hibah di wilayah Papua Barat, antara lain LPPM Universitas Papua (UNIPA), BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kaimana, Pokmaswas Nusa Matan Fakfak, Orang Muda Katolik (OMK) Kaimana, Yayasan Meos Papua Lestari (YMPL), Kelompok Pemuda Kobererei Kampung Uriemi, dan Yayasan Selaras.
Selama empat hari pelatihan, para peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola Blue Abadi Fund, mekanisme dan siklus penyaluran hibah, hingga penyusunan laporan program dan laporan keuangan sesuai panduan dan standar yang berlaku. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik penyusunan laporan narasi kegiatan, matrik capaian, hingga simulasi laporan keuangan hibah.
Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas teknis mitra BAF dalam pelaksanaan program konservasi berbasis masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat jejaring kerja sama antar-mitra di tingkat lokal, sehingga dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat sinergi, dan bersama-sama menjaga keberlanjutan ekosistem laut di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Sebagai penutup sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat berharap agar kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Papua Barat, yang sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh mitra, serta semakin memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan untuk generasi yang akan datang,” tutup Jefrry Auparay yang diwakili oleh Kepala Seksi Konservasi DKP Provinsi Papua Barat. [MPS]
