Manokwari, Papua Barat, Juni 2026 – Blue Abadi Fund (BAF) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Program dan Keuangan bagi mitra penerima Hibah Inovasi Siklus 6. Kegiatan ini diikuti oleh sembilan peserta yang mewakili lima organisasi penerima hibah yang akan melaksanakan berbagai inisiatif konservasi di wilayah Bentang Laut Kepala Burung (BLKB), Papua.
Kegiatan ini mengundang langsung enam mitra baru untuk Siklus 6 Inovasi BAF yang berasal dari Papua Barat. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya Blue Abadi Fund untuk memastikan bahwa setiap organisasi penerima hibah memiliki pemahaman yang kuat mengenai tata kelola program dan pengelolaan keuangan yang akuntabel, transparan, serta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan kapasitas pengelolaan yang baik, diharapkan seluruh program yang didukung melalui Hibah Inovasi Siklus 6 dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi upaya konservasi laut dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, yang turut memberikan dukungan dan arahan bagi para penerima hibah dalam menjalankan program konservasi yang berkelanjutan.
Memastikan Pengelolaan Hibah yang Efektif dan Berdampak
Team Leader Blue Abadi Fund, David Kuntel, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program konservasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas gagasan atau kegiatan di lapangan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam mengelola program dan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
“Blue Abadi Fund tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga berkomitmen untuk memperkuat kapasitas para mitra agar mampu mengelola program secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh penerima hibah Siklus 6 dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun fondasi organisasi yang kuat sehingga dampak konservasi yang dihasilkan dapat dirasakan secara lebih luas dan berjangka panjang di Bentang Laut Kepala Burung.”
Menurut David, penguatan kapasitas merupakan investasi penting yang akan membantu mitra meningkatkan kualitas implementasi program, akuntabilitas pelaporan, serta kemampuan dalam membangun kemitraan dan keberlanjutan program di masa depan.
Dukungan Pemerintah untuk Penguatan Mitra Konservasi
Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, Jefry Heumasse, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Blue Abadi Fund dalam mendukung organisasi-organisasi lokal yang bekerja di bidang konservasi laut.
“Kami melihat penguatan kapasitas seperti ini sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa program-program konservasi yang dijalankan oleh masyarakat dan organisasi lokal dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan tujuan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Pemerintah daerah sangat mendukung kolaborasi antara Blue Abadi Fund dan para mitra dalam menjaga ekosistem laut yang menjadi aset penting bagi Papua Barat dan Indonesia.”
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi dan sumber daya kelautan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, lembaga konservasi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Mitra Semakin Siap Menjalankan Program
Mewakili peserta pelatihan, Fauzan Jumad Bauw dari Pokmaswas Nusa Matan menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman yang sangat bermanfaat bagi organisasi penerima hibah, khususnya dalam mengelola program dan administrasi keuangan secara lebih sistematis.
“Pelatihan ini membantu kami memahami berbagai aspek penting dalam pengelolaan hibah, mulai dari perencanaan kegiatan, pelaporan, hingga pengelolaan keuangan yang baik. Pengetahuan ini sangat penting agar program yang kami jalankan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan mendukung upaya perlindungan sumber daya laut di wilayah kami.”
Menurutnya, peningkatan kapasitas yang diberikan akan membantu organisasi penerima hibah untuk lebih percaya diri dalam melaksanakan program dan mempertanggungjawabkan setiap kegiatan yang dilakukan.
Membangun Masa Depan Bentang Laut Kepala Burung
Sebagai salah satu mekanisme pendanaan berkelanjutan untuk konservasi laut di Bentang Laut Kepala Burung, Blue Abadi Fund terus mendorong lahirnya berbagai inovasi dan inisiatif yang dipimpin oleh masyarakat, organisasi lokal, dan kelompok-kelompok pengelola sumber daya alam.
Melalui penguatan kapasitas penerima Hibah Inovasi Siklus 6, Blue Abadi Fund berharap seluruh mitra dapat mengimplementasikan program secara efektif, memperkuat tata kelola organisasi, dan menghasilkan dampak konservasi yang berkelanjutan bagi ekosistem laut serta masyarakat pesisir di Bentang Laut Kepala Burung.
Dengan kapasitas yang semakin kuat, para mitra diharapkan tidak hanya mampu menjalankan program yang didukung saat ini, tetapi juga menjadi penggerak konservasi yang dapat menginspirasi dan memperluas praktik-praktik pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Papua dan Indonesia.
