Sorong, Papua Barat Daya, Juni 2026 – Komunikasi yang efektif merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung keberhasilan konservasi yang berkelanjutan. Menyadari pentingnya peran komunikasi dalam memperluas dampak program konservasi, Blue Abadi Fund (BAF) bekerja sama dengan Starling Resources menyelenggarakan Diskusi Penguatan Kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil dalam Komunikasi Isu Pesisir dan Laut di Bentang Laut Kepala Burung.
Kegiatan yang berlangsung di Sorong, Papua Barat Daya ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap upaya pelestarian lingkungan pesisir dan laut, mulai dari mitra-mitra Blue Abadi Fund, organisasi masyarakat sipil (OMS) lokal, insan media, production house lokal, hingga Papua Youth Creative Hub.
Melalui forum ini, para peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai strategi komunikasi yang dapat digunakan untuk memperkuat penyampaian pesan konservasi kepada publik. Diskusi juga menyoroti pentingnya membangun narasi yang kuat, relevan, dan dekat dengan masyarakat agar berbagai upaya perlindungan sumber daya pesisir dan laut dapat lebih dipahami serta didukung oleh berbagai pihak.
Selain meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan komunikasi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan pendekatan storytelling yang lebih kreatif, inklusif, dan berbasis dampak. Harapannya, semakin banyak cerita baik dari lapangan yang dapat didokumentasikan dan disebarluaskan sehingga mampu menginspirasi masyarakat serta memperkuat dukungan terhadap upaya konservasi di Bentang Laut Kepala Burung.
Membangun Narasi untuk Memperkuat Dampak Konservasi
Team Leader Blue Abadi Fund, David Kuntel, menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran strategis dalam memastikan keberhasilan program konservasi yang dijalankan oleh para mitra di lapangan.
“Konservasi tidak hanya tentang menjaga ekosistem, tetapi juga tentang bagaimana kita menyampaikan nilai, pembelajaran, dan dampak dari upaya tersebut kepada masyarakat luas. Banyak praktik baik dan cerita inspiratif yang lahir dari kerja keras mitra-mitra kami di lapangan, namun sering kali belum terdokumentasikan atau tersampaikan secara optimal. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kapasitas komunikasi para mitra agar cerita-cerita tersebut dapat menjangkau lebih banyak orang dan membangun dukungan yang lebih luas bagi konservasi di Bentang Laut Kepala Burung.” Terangnya.
Kolaborasi untuk Menguatkan Cerita dari Lapangan
Perwakilan Starling Resources, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif merupakan jembatan penting antara aksi konservasi dan keterlibatan publik.
“Kami percaya bahwa data, pengetahuan, dan berbagai capaian program akan memiliki dampak yang lebih besar ketika dikemas menjadi cerita yang kuat dan mudah dipahami. Papua memiliki banyak kisah inspiratif tentang masyarakat yang menjaga laut, hutan mangrove, dan sumber daya alamnya. Tantangannya adalah bagaimana cerita-cerita tersebut dapat disampaikan secara menarik, autentik, dan relevan bagi berbagai audiens. Karena itu, kolaborasi antara organisasi konservasi, media, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi sangat penting.” Jelasnya.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Organisasi Lokal
Mewakili peserta, Charles, Ketua Yayasan Unggul Sinergi Byak Abadi (USBA), mengapresiasi forum yang memberikan kesempatan bagi organisasi lokal untuk belajar dan bertukar pengalaman mengenai komunikasi konservasi.
“Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa komunikasi bukan hanya tentang publikasi kegiatan, tetapi juga tentang bagaimana membangun pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap isu-isu konservasi yang kami kerjakan. Kami mendapatkan banyak pembelajaran mengenai cara menyusun narasi yang lebih kuat, mengangkat cerita dari masyarakat, dan memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan pesan secara lebih efektif. Ini akan sangat membantu kami dalam memperluas dampak program yang dijalankan di tingkat tapak.” Ungkapnya.
Menguatkan Masa Depan Bentang Laut Kepala Burung
Bentang Laut Kepala Burung merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia. Keberhasilan menjaga kawasan ini tidak hanya bergantung pada aksi konservasi di lapangan, tetapi juga pada kemampuan berbagai pihak dalam membangun kesadaran, memperkuat kolaborasi, dan menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam upaya perlindungan lingkungan.
Melalui kegiatan penguatan kapasitas komunikasi ini, Blue Abadi Fund dan Starling Resources berharap para organisasi masyarakat sipil, media, dan komunitas kreatif di Papua dapat menjadi penggerak narasi positif yang mendorong perubahan. Dengan semakin banyak cerita baik yang terangkat dari lapangan, diharapkan semakin besar pula dukungan masyarakat terhadap upaya menjaga ekosistem pesisir dan laut di Bentang Laut Kepala Burung untuk generasi sekarang dan masa depan.
Karena menjaga laut tidak hanya dilakukan melalui aksi di lapangan, tetapi juga melalui cerita-cerita yang mampu menginspirasi, menggerakkan, dan memperkuat komitmen bersama untuk masa depan Bentang Laut Kepala Burung yang lestari.
